Beberapa Alasan Mengapa Agen Sbobet Resmi Menyukai Radio dan Mengapa Radio Masih Dapat Eksis Hingga Sekarang

Radio sudah ada sejak era penjajahan belanda, dimasa lalu radio sering digunakan untuk gerakan politik atau tujuan tertentu. Seiring berjalanya waktu, radio sekarang digunakan untuk komersil yang kebanyakan bertujuan untuk masyarakat minoritas / mayoritas dengan tema-tema tertentu seperti hiburan, lagu, informasi, iklan, dsb. Walaupun di era digital seperti sekarang ini, Radio masih tetap eksis. Beberapa alasan tentunya menjadi perihal stasiun radio masih beroperasi dan masih mendapat keuntungan. Berikut beberapa alasan mengapa radio masih eksis sampai sekarang ini.

1. Radio dapat mengikuti perkembangan jaman

Meskipun di era digital sekarang ini sudah banyak menggunakan aplikasi atau tren teknologi terbaru. Radio dapat mengikuti perkembangan di era ini, banyak stasiun radio yang membuat aplikasi untuk ponsel pintar anda. Tidak hanya mudah, namun gelombang signal juga membuat radio semakin mudah diputar dimana-mana.

2. Radio adalah syarat fasilitas di dalam kendaraan bermotor

Tidak bisa dipungkiri dengan semakin maju perkembangan teknologi terkadang teknologi yang sudah ada akan digantikan dengan teknologi terbaru. Walau begitu, industri segmen kendaraan bermotor masih menempatkan radio sebagai fasilitas utama di dalam produk-produk mereka. Dari segmen harga murah sampai mahal umumnya masih memiliki pemutar alat radio walaupun terkadang bentuknya divariasi dengan sentuhan layar. Di kota besar radio sangat berguna untuk menemani saat lalu lintas sedang macet. Seperti agen pemilik link alternatif sbobet di Hokipanda.net, dia menjalani perjalanan pulangnya dari bekerja dengan ditemani lagu di prambors radio. Bahkan di radio mereka memasang iklan promo untuk semakin meramaikan situs judi terutama proyek permainan sbobet yang sedang mereka kerjakan.

3. Radio sebagai ajang kreativitas

Dipersaingan antar stasiun radio, mereka berlomba secara positif. Salah satunya kreativitas tim dengan menyalurkan berbagai hiburan. Seperti contoh mereka mengadakan kuis berhadiah, mengundang artis-artis tren, memutar lagu-lagu kekinian, membahas topik-topik yang sering dijumpai sehari-hari. Selain itu mereka juga membahas tentang topik daerah untuk tetap menanam jiwa nasionalis.

4. Biaya komersil tergolong murah

Untuk mendengarkan radio itu sangatlah murah, terkadang anda bisa mendengarkan secara gratis tanpa harus membeli alat. Selain itu untuk biayar komersil seperti iklan atau sponsor juga dapat dilakukan disetiap stasiun radio. Biayanya memang bermacam-macam namun jika dibanding dengan iklan lainya seperti banner atau koran, radio termasuk lebih rendah.

5. Faktor utama adalah permintaan pemutaran lagu

Para penikmat pendengar radio pasti pernah melakukan permintaan pemutaran lagu. Lagu yang diputar juga bervariasi, lagu romantis, hip-hop, hingga terkadang meminta pemutaraan lagu dengan tujuan sindiran atau komedi. Lagu tersebut diputar dan biasa ditujukan kepada orang dan akan disebutkan namanya.

Kisah-Kisah Mengerikan Tentang Radio di Seluruh Dunia

Radio tidak hanya menghibur namun juga dapat membuat bulu halus anda berdiri. Cerita-cerita ini diambil dari kisah nyata.

Adam Marsland adalah seorang penyanyi & penulis lagu indie, selama hidupnya dia banyak menghabiskan di jalan raya, lalu dia menemukan radio bernama KCDX selama perjalanan di gurun Arizona dengan menggunakan bis. Dia mengatakan “saya jarang mendengarkan radio karena saya menganggap semua stasiun radio memutar lagu lama yang buruk dimanapun”. Suatu hari dia mendengarkan lagu di radio tersebut, dia merasa bingung karena lagu tersebut belum pernah dia dengar, Adam menyebutkan “Saya merasa bingung dan aneh karena lagu tersebut terdengar dimainkan oleh band yang saya tahu. Namun terdengar berbeda”, selanjutnya Adam menceritakan semua hal tersebut kepada salah satu temanya. Teman Adam pun terkejut karena dia percaya lagu tersebut tidak pernah diputar dimanapun. Selain itu Adam juga heran karena radio tersebut tidak pernah memutar iklan sama sekali. Tidak hanya Adam, Jerry Garcia berumur 46 tahun juga pernah mengalami hal yang aneh dengan radio KCDX 103.1 lagu yang diputar tidak pernah dia dengar sebelumnya, selain itu radio tersebut dia perhatikan tidak pernah memutar iklan apapun.

Cerita lain masih di negara Amerika, di Omaha ada radio yang memutar tanpa host, DJ, VJ, serta tidak pernah memutar iklan dan para pendengarnya pun penasaran mencari kantor radio tersebut namun tidak pernah ditemukan. Lagu yang diputar sangat relaks, seperti lagu frank sinatra, bob steward. Menurut penduduk daerah Omaha, stasiun radio tersebut bernama KOMJ, selain dipercaya berhantu, sebagian penduduk setempat juga percaya itu ulah pemerintah untuk mencoba mencuci otak dengan signal radio namun hal tersebut hanyal konspirasi teori.

Berbeda dengan di Rusia, Sebuah stasiun radio yang sudah tidak beroperasi, tidak ada staff yang berkerja di sana namun masih mengirimkan sinyal radio. Stasiun radio tersebut bernama MDZhB dengan frekuensi 4652hz. Stasiun tersebut mengirimkan sinyal beruba sebuah suara atau tone seperti layaknya kapal hantu mengaum di laut. Beberapa peneliti sempat merekam suara yang dihasilkan oleh stasiun radio tersebut. Sebagian percaya itu hanyalah gelombang yang kebetulan dihasilkan alam dan diterima melalui radio, ada juga yang percaya itu diciptakan oleh pemerintah rusia untuk mencoba berkomunikasi dengan alien.

Channel-Channel Radio Yang Masih Eksis di Indonesia Hingga Sekarang

Sepertinya radio tidak akan punah dari peredaran teknologi, memang terlihat sangatlah mudah menjaga stasiun radio agar tetap populer. Persaingan modal dan kreativitas menjadi salah satu faktor utama agar tetap diminati oleh masyarakat. Berikut stasiun radio usianya mungkin melebihi anda namun masih tetap eksis.

Prambors ( 1971 )

Stasiun radio Prambors didirikan dengan maksud menghibur kaum muda. Dengan nama panjang Prambanan, Mendut, Borobudur, dan sekitarnya dan radio siaran sosial niaga. Walaupun nama tersebut seperti lokasi di daerah Yogyakarta, namun sebenarnya nama-nama tersebut diambil dari nama jalan di Jakarta. Pencetus prambors bernama Imran Amir, Malik Sjafei, Mursid Rustam, Bambang Wahyudi, dan Tri Tunggal. Mereka bersama merakit pemancar radio dan bermula dengan memainkan musik piring hitam. Pada tahun 1970, pemerintah mengeluarkan peraturan baru yaitu stasiun radio harus memiliki badan hukum maka dibentuk PT Radio Prambors Broadcasting Service. Berikutnya di tahun 1980, nama PT tersebut disederhanakan menjadi PT Radio Prambors. Dengan komunitas dan penyiaran hiburan seni musik untuk kawula muda, serta acara-acara menarik seperti quiz dan topik yang disukai anak-anak muda. Prambors kini tersebar diseluruh kota-kota di Indonesia.

Hard Rock ( 1996 )

Dibangun pada tahun 1996, stasiun radio Hard Rock ini memiliki segmen untuk komunitas lifestyle, smart, dinamis, visioner, urbanis, dan ditujukan kepada masyarakat yang berusia 20-30 tahun. Sekarang stasiun radio Hard Rock sudah menyebar ke beberapa kota di Indonesia seperti bandung, Bali, Surabaya.

Sonora ( 1972 )

Dibentuk oleh pendiri Berita koran Kompas, Jakob Oetama. Sonora ditujukan untuk menyiarkan informasi, mutimedia, dan entertainmen. Sonora mulai dibentuk pada tahun 1972, namun hingga sebelum reformasi 1998. Sonora hanya menyiarkan musik dan informasi karena pada waktu itu, berita hanya disiarkan oleh RRI ( Radio Republik Indonesia ). Walaupun begitu, Sonora masih tetap menyiarkan berita tersebut dengan berupa informasi yang berguna untuk masyarakat. Contohnya pada kasus berita perang teluk Arab ( 1990 ), kasus Malari ( 1974 ), kerusuhan Mei ( 1998 ) sehingga Sonora menjadi salah satu pegangan untuk rakyat. Di tahun 2007, sonora mulai membuat program-program hiburan. Sekarang sonora tersebar lebih dari 10 stasiun radio di seluruh kota di Indonesia.

RRI

Singkatan dari Radio Republik Indonesia, RRI didirikan pada tanggal 11 September 1945 oleh tokoh-tokoh dan pemuda yang pernah bekerja di stasiun radio milik jepang di 6 kota yang berada di Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, tokoh-tokoh tersebut berkumpul di rumah Adang Kadarusman dan menunjuk Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin atas terbentuknya RRI. Memiliki 3 butir komitmen yang dikenal dengan Tri Prasetya RRI dan memiliki slogan “Sekali di Udara, Tetap di Udara”. Hampir seluruh kota di Indonesia memiliki stasiun RRI.