Radio Sinyal yang Digunakan untuk Hal-Hal Lain

Manusia masih percaya bahwa kita tidak hidup sendirian di dalam antar galaksi. Khususnya pada negara maju, mereka masih mencari dan meriset penemuan & bukti nyata tentang kehidupan diluar angkasa. Salah satu cara mencari hal tersebut dengan mengirimkan sinyal radio ke luar angkasa, namun kenyataanya hal ini masih menjadi pro dan kontra atas hasil yang telah dilakukan. Banyak beberapa contoh penelitian untuk mencari kehidupa diluar sana. Ada juga yang menyebutkan itu sebagai teori konspirasi pemerintah, pemerintah menggunakan sinyal radio untuk mengirimkan pesan khusus untuk masyarakatnya dengan tujuan tertentu. Dahulu pada jaman perang dunia pertama dan kedua, radio frekuensi sering dipakai untuk mengirimkan pesan dengan kode-kode khusus. Itu digunakan untuk memerintahkan komandan di medan perang, atau strategi khusus.

Sinyal radio memiliki frekuensi 30 hz ( hertz ) sampai 300 gigahz, memiliki gelombang yang dapat melaju hingga jarak 10.000 km. Sinyal tersebut dihasilkan melalui antena, atau alat pemancar, dan radar. Sinyal radio ini dapat digunakan untuk memasak ( mikrowave ), mengirimkan pesan, sistem navigasi, satelit, jaringan tanpa kabel, dan masih banyak lagi. Agar tidak terhalang dengan atmosfer, gelombang sinyal radio yang diciptakan satelit diatur kurang dari 3,000 hz.

Pada waktu perang dunia, Radio sangat populer karena digunakan untuk mengirimkan kode, pesan kepada pasukan, atau sebagai propaganda. Saat penjajahan belanda dan jepang di indonesia, mereka sering memutar propaganda bertujuan untuk menghasut rakyat indonesia. Begitu juga dengan negara-negara lainya yang dijajah.

Dalam bidang medis, sinyal radio yang dimodifikasi oleh peralatan medis digunakan untuk terapi kanker dengan kekuatan sekitar 2,45 Ghz. Namun sinyal radio yang salah juga dapat merusak tubuh , menyebabkan katarak atau naiknya suhu pada tubuh.

Pada tahun 1977, sebuah teleskop di Ohio menangkap gelombang signal yang didapat dari konstelasi sagitarius. Astronomer Jerry R, menemukan anomali gelombang tersebut dan kode tersebut dilingkari dan ditulis dengan kata “wow”. Kode yang bertulis 6EQUJ5 ini merupakan sinyal yang didapatkan dan dihasilkan oleh algoritma komputer. Namun sampai sekarang, peneliti masih belum menemukan arti dari sinyal balasan dengan kode 6EQUJ5 tersebut. Hingga menghasilkan perdebatan antar peniliti, karena sebagian menyebutkan itu hanyalah rekayasa belaka.